Benk-Benk.. Memulai Karir Motret Menggunakan Kamera Analog

Menekuni karir sebagai Phtograper tidak lah mudah, karna sangat membutuhkan skill Teknik dan peralatan yang tida murah, sebagai photograper wildlife dan jurnalistik sangat membutuhkan kesabaran ekstra, karna photo objek dialam terbuka terutama didaerah Kalimantan. Benk benk memulai karirr photography sejak tahun 1990 dengan menggunakan kamera analog. Hingga bergabung di WWF (World Wide Fund for Nature. Yuk Simak Interview Tujuh Bintang Dengan Benk-Benk.

Hi Benk Benk Gimana Perjalanan Karir Kamu…

Alhamdulillah… Puji syukur hingga saat ini berlangsung baik. Tetap semangat saja ….meskin wabah covid berdampak pada usaha dan karir.

Awal mulai di dunia fotografi pada tahun 90an dari mulai kamera analog atau saat pake roll film. Mulanya hoby saja, belajar bareng dengan kawan-kawan di komunitas pecinta alam. Saat itu hanya berbekal kamera pocket murahan , hingga akhirnya mampu up grade memakai kamera SLR analog. Tahun 2000an sempat mengikuti beberapa kursus jurnalistik di bidang penulisan dan fotografi. Saking semangatnya saat itu (he..he..he..), pernah ikut juga pelatihan fotografi alam liar (wildlife fotografi) dan humaninterest fotografi.

Berbekal pelatihan – pelatihan dan pergaulan di komunitas , sempat berkecimpung di dunia jurnalistik secara freelance di beberapa media massa nasional dari tahun 2001 hingga 2010. Pernah bertugas menjadi wartawan di Majalah Kabar Bumi dan Berita Bumi, sebuah media massa yang mengulas tentang isu lingkungan hidup.  Disamping itu juga, merasakan menjadi kontributor tidak tetap di koran Suara Pembaharuan di rubrik Jelajah dan Hobby. Pernah juga bertugas menjadi kontributor berita lingkungan (environment news)  di koran berbahasa asing,  The Jakarta Post. Puji Syukur karya jurnalistik di The Jakarta Post pada tahun 2006 mendapat penghargaan Anugerah Pesona Wisata 2005, Kategori Media Cetak Terbaik I dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Namun sejak tahun 2008 hingga saat ini,lebih fokus ke bidang wiraswasta dengan mendirikan CitraMedia Studio yang bergerak di bidang dokumentasi foto dan video, serta percetakan. Untuk memperkuat “ilmu” di dalam “melukis cahaya “, sempat mengikuti beberapa workshop fotografi di bidang wedding dan foto komersil  seperti basic studio lighting, model photography, strobist dll.  Sejak itu, bisnis usaha foto dan video wedding serta jasa dokumenter komersil lainnya mulai dijalankan sampai sekarang. Sejak tahun 2013, hoby jurnalistik dan fotografi untuk lingkungan dan budaya disalurkan dengan mengelola situs www.pustakaborneo.org.

Tertarik di Dunia Photography Karena..

Fotografi adalah dokumentasi kehidupan. Fotografi adalah seni, seni memainkan cahaya. Ada nilai seni di situ, ada juga bernilai kehidupan sosial dan foto juga bisa bernilai ekonomi. Tergantung bagaimana kita memaknai dan memilihnya. Saya, tertarik di dunia foto dan berlajar banyak di pergaulan di komunitas foto ditambah dengan mengikuti berbagai macam workshop fotografi.  

Bergabung di (World Wide Fund for Nature)WWF Indonesia sejak kapan..

Mulai bergabung dengan WWF (World Wide Fund for Nature) sejak tahun 1999, saat itu menjadi volunteer di Kerabat WWF indonesia. Sejak tahun 2013 hingga saat ini, bermitra dengan WWF Indonesia-ESD unit dengan programnya Education for Sustainable Development di kawasan HoB (Heart of Borneo), Pulau Kalimantan.      

Spot Photo yang Paling Berkesan…

Pantai Takalar, Sulawesi Selatan. Menikmati matahari terbit dan terbenam sangat menawan ketika berada di sana.

Tips menjadi seorang Photograper…

  • Belajar tentang berbagai macam tehnik fotografi
  • Menguasai alat kerja, pahami kemampuan alat (kemera dan lensa)
  • Maksimalkan alat yang ada
  • Jangan malu untuk bertanya kepada orang yang pengalaman
  • Jangan tunggu jago atau menunggu mempunyai alat yang lebih professional dan mahal untuk menghasilkan karya. Pelajarilah setiap hasil karya dari berbagai macam sudut pandang dan teknis. Pengalaman besar dan pengetahuan dalam didapat dari kekeliruan dan kesalahan.

Selama di Kalimantan tempat mana yang paling berkesan..

Perkampungan Dayak Kenyah Oma Lung di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara

Photographer Favorite

Riza Marlon untuk wildlife fotography dan Oscar Matulloh untuk art dan journalism photogrphy

Aplikasi yang sering digunakan untuk editing photo

Photoshop

Birth Name : Bambang Parlupi
Origin : Jakarta
Born : 14 Mei 1973
Occupation : Wiraswasta ,
Email : bparlupi@gmail.com
Instagram : BambangParlupi

Photo

Previous
Next

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *